Artikel Wireless Transmisi

Mengenal Wireless Transmisi

Fadchur Rachman (04211010)
Sistem Informasi
email:
fadchurrachman@yahoo.co.id

Abstrak

Wireless adalah  jaringan tanpa kabel yang menggunakan udara sebagai media transmisinya untuk menghantarkan gelombang elektromagnetik. Perkembangan wireless sebenarnya telah dimulai sejak lama dan telah dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuan dengan penemuan radio dan kemudian dilanjutkan dengan penemuan radar. Kemudian dengan perkembangan kebutuhan informasi bagi manusia, maka penggunaan wireless semakin banyak dan tidak hanya untuk penggunaan radio dan radar saja. Pastinya pada penggunaan wireless ini kita memerlukan perangkat atau suatu alat untuk dapat mengakses suatu jaringan wireless atau untuk dapat digunakan dalam media transmisi. Pada wireless ini juga terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan yang kita dapati.

 

Bab 1. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Sistem Transmisi data wireless merupaka sistem transmisi yang cukup berkembang pesat. Dengan keuntungan berkurangnya timgkat kerumitan pada penggunaan kabel, sistem transmisi data wireless menjadi salah satu metode alternatif transmisi data yang cukup banyak digunakan pada saat ini. Sistem transmisi wireless yang cukup banyak digunakan adalah dengan menggunakan gelombang frekuensi radio 2,4 GHz. Gelombang frekuensi radio 2,4 GHZ merupakan salah satu gelombang frekuensi radio yang dapat digunakan secara bebas untuk kepentingan industri, saints, dan medis.
Salah satu hal yang menarik untuk dikaji dalam sistem transmisi data wireless ini adalah pada sistem pentransmisian suara. Umumnya, sistem transmisi wireless dirancang terutama untuk melakukan pentransmisian paket data yang relatif singkat dan temporal. Keterlambatan dan kehilangan paket data pada pentransmisian seperti ini tidak terlalu mempengaruhi penerimaan pada receiver, seperti pada pengiriman data teks atau berkas. Sebaliknya, sistem pentransmisian suara membutuhkan aliran paket data yang stabil dan terus menerus dengan batas waktu yang ketat agar penerimaan data dapat tetap dilakukan dengan baik. Keterlambatan dan kehilangan paket data yang berlebihan pada saat dilakukan pentransmisian suara akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas penerimaan suara yang akan menghilangkan informasi yang dikirimkan.

2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat diambil dari artikel Wireless Transmisi  ini adalah :
a.       Apa yang dimaksud dengan medi transmisi wireless?
b.      Apa-apa saja yang termasuk dalam media transmisi wireless tersebut?
c.       Kelebihan dan kelemahan media transmisi wireless?

3. Tujuan
Tujuan yang bisa didapat dari penulisan artikel ilmiah ini adalah :
a.         untuk mengetahui apa itu wireless transmisi.
b.         Untuk mengetahui apa kelebihan dan kekurangan wireless transmisi.
c.          Untuk mengetahui manfaat dari wireless transmisi.

4. Manfaat
Manfaat yang bisa dihasilkan dari penulisan artikel ini adalah :
1.         Agar dapat mengerti apa itu wireless transmisi.
2.         Agar dapat mengerti apa saja yang termasuk dalam media transmisi.
3.         Agar mengerti apa kelebihan dan kekurangan wireless transmisi.

Bab 2. Teori Penunjang

1.Sejarah wireless transmisi
Pengertian wireless sendiri adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini adalah melakukan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantara pengganti kabel. Dewasa ini teknologi wireless berkembang sanat pesat sekali, secara kasat mata dapat kita lihat dengan semakin banyaknya penggunaan telepon sellular, disamping itu berkembang juga teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.
Sedangkan sejarah wireless itu sendiri pertama kali muncul pada akhir tahun 1970-an. IBM mengeluarkan hasil percobaannya dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) untuk menguji WLAN RF. Kedua perusahaan ini hanya mencapai 100 Kbps data rate. Karena mereka tidak memenuhi standar IEEE 802-1 Mbps LAN yang bukan produk yang dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific dan Medis (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2.400-2483,5 MHz dan 5725-5850 MHz tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN komersial memasuki tahapan serius. Kemudian tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spektrum tersebar (SS) pada pita ISM, terlisensi frekuensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate > 1 Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi atau standar WLAN pertama adalah kode 802,11. Peralatan yang sesuai standar 802,11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4 GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps.Selanjutnya pada bulan Juli 1999, IEEE mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b kembali. Teori kecepatan transfer data yang dapat mencapai maksimum adalah 11 Mbps. Kecepatan transfer data yang sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802,3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah potensi gangguan dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi yang sama.
Hampir pada waktu yang bersamaan, spesifikasi IEEE 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5 Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data hingga 54Mbps teoritis maksimum. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sulit untuk menembus dinding atau penghalang lain. Jarak untuk mencapai gelombang radio yang relatif pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a.Namun, saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar itu.
Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi kode 802.11g yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan teori kecepatan transfer data hingga 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling komunikasi. Misal, sebuah komputer yang menggunakan jaringan kartu 802.11g dapat memanfaatkan akses point 802.11b, dan sebaliknya.
Yang terakhir tahun 2006, teknologi 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan 802.11b dan 802.11g. Teknologi yang dibawa dikenal dengan sebuah istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi terbaru Wi-Fi. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. The “Pre-” menyatakan “Prestandard versi 802.11n.” MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan meningkatkan jumlah klien Anda tersambung. Tembus MIMO kekuasaan penghalang lebih baik dari lingkup yang lebih luas. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi di setiap sudut kamar yang sudah ada. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan pendahulunya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802,11a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data 108Mbps.

2.Macam-macam  Media Transmisi Wireless
A.      Media Transmisi Wireless

Suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, media unguided/wireless ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air.Untuk transmisi, Antena menyebarkan energy elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombanvg elektromagnetikdari media. Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless:
1.Searah
Untuk konfigurasi searah, antena pentransmisi mengeluarkan sinyal elektromagnetik yang terpusat; antenna pentransmisi dan antenna penerima harus disejajarka dengan hati-hati. Umumnya, semakin tinggi frekuensi sinyal, semakin mungkin menfokuskannya kedalam sinar searah.
2.Segala Arah
Untuk konfigurasi segala arah, sinyal yang ditransmisikan menyebar luas ke seagala penjuru dan diterima oleh banyak antenna.
B.Jenis-Jenis Media Transmisi Wireless
1.Gelombang Mikro
a.Gelombang Mikro Terrestrial
Dengan tipe antenna gelombang mikro yang paling umum adalah parabola ‘dish’. Ukurandiameternya biasanya sekitar 3 cm. antenna pengirim menfokuskan sinar pendek agar mencapai transmisi garis pandang menuju antenna penerima. Antena gelombang mikro biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu diatas tanha untuk memperluas jarak antar antenna dan agar mampu melakukan transmisi agar menembus batas, jarak maksimum antara antenna ditetapkan   (d=7.14)  Dimana “d” adalah jarak antar antenna-antena dalam kilometer, h adalah tinggi antenna dalam meter, dan K adalah factor penyesuaian yang dihitung karena kenyataannya gelombang mikro dipantulkan atau dibelokkan dengan lekung bumi dan akan menyebar lebih jauh disbanding garis pandang optikal. Untuk mencapai transmisi jarak jauh, diperlukan beberap menara relay gelombang mikro, dan penghubung gelombang mikro titik-ke-titik dipasang pada jarak tertentu.
b. Gelombang Mikro Satelit
Satelit komunikasi adalah sebuah stasion relay gelombnag mikro. Dipergunkan untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi, yang dikenal sebagai station bumi atau ground station. Satelit menerima transmisi diatas satu Band frekuensi, dan mengulang sinyal-sinyal, lalu mentramisikannya ke frekuensi yang lain.Satelit komunikasi merupakan suatu revolusi dalam teknologi komunikasi. Satelit sangat sesuai untuk distribusi siaran televisi.Program-program ditransmisikan ke satelit dan kemudian di siarkan kesejumlah stasion, diman program tersebut kemudian di distribusikan kepemirsa.Transmisi satelit juga dipergunakan untuk titik-ke-titik antara sentral telepon pada jaringan telepon umum.
2. Infra Merah
Infrared adalah generasi pertama dari teknologi koneksi nirkabel yang digunakan untuk perangkat mobile. InfraRed sendiri, merupakan sebuah radiasi gelombang elektromagnetis dengan panjang gelombang lebih panjang dari gelombang merah, namun lebih pendek dari gelombang radio, yakni 0,7 mikro m sampai dengan 1 milimeter.
3. Bluetooth
Teknologi ini dipelopori oleh Ericsson yang saat ini mulai menggusur dominasi infrared untuk perangkat bergerak(HP, PDA), teknologi ini sudah dikembangkan oleh sebua konsursium yaitu bluetooth special Interest Group (SIG). Cakupan Bluetooth bisa mencapai 10 meter dan tidak terhalang flesibelitas media, berbeda dengan media lainya seperti infrared atau Wi-Fi, Bluetooth memungkinkan koneksi antar piranti elektronik apa aja dan bukan hanya computer.Bluetooth dapat dibuat membentuk PAN atar perangkat seperti computer, HP, PDA Kamera,bar-code reader, perangkat audio video bahkan sampai perangkat dapur.Bluetooth bekerja dengan menggunakan signal radio pada frekuensi 2,4 Ghz yang sama dengan WiFI untuk menghindari interpretensi maka Bluetooth bekerja dengan cara spread spectrum frequency hopping (SSFH). Pada saat perangkat Bluetooth akan terkoneksi maka perangkat harus melakukan hopping sequence agar dapat saling mengenali.Secara teoritis kecepatannya 1 Mbps, namun kecepatan efektifnya hanya 721 Kbps, ini untuk standar Bluetooth 1.1, sedangkan untuk standar 1.0 empunyai kecepatan hanya 420 Kbps
4.Wi-fi
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kepraktisan,tidak perlu repot memasang kabel network. Untuk masalah kecepatan tergantung sinyal yang diperoleh.Wi-Fi (atau Wi-fi, WiFi, Wifi, wifi) merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
5.Wireless Local Area Network (WLAN)
Dengan semakin bertambahnya pemakaian komputer, semakin besar kebutuhan akan pentransferan data dari satu terminal ke terminal lain yang dipisahkan oleh satuan jarak dan semakin tinggi kebutuhan akan efisiensi penggunaan alat-alat kantor (seperti printer dan plotter) dan waktu perolehan data base, maka semakin tinggi pula kebutuhan akan suatu jaringan yang menghubungkan terminal-terminal yang ingin berkomunikasi dengan efisien. Jaringan tersebut dikenal dengan Local Area Network (LAN) yang biasa memakai kabel atau fiber optik sebagai media transmisinya. Sesuai perkembangan karakteristik masyarakat seperti yang telah disebutkan di atas maka LAN menawarkan suatu alternatif untuk komputer portabel yaitu wireless LAN (WLAN). WLAN menggunakan frekuensi radio (RF) atau infrared (IR) sebagai media transmisi.Hal-hal yang perlu diperhatikan pada WLAN adalah :
•      Data rate tinggi (>1 Mbps), daya rendah dan harga murah.
•      Metode akses yaitu metode membagi kanal kepada banyak pemakai dengan aturan-aturan tertentu.
•      Media transmisi yang merupakan faktor penting pada keterbatasan data rate dan memiliki teknik tersendiri, di mana bila teknik yang berhubungan dengan media transmisi (seperti teknik propagasi dalam ruangan, teknik modulasi dll) dapat diperhitungkan dengan baik maka akan dihasilkan sistem WLAN yang tangguh.
•      Topologi yaitu cara dan pola yang digunakan dalam menghubungkan semua terminal.

Bab 3. Metode Penelitian

Dalam membuat dan menyusun artikel

ilmiah ini digunakan langkah-langkah sebagai

berikut:
1. Pengumpulan referensi dan studi pustaka.

2. Perencanaan artikel.

3. Menganalisa hasil pengamatan.

Bab 4. Pembahasan
1. Apa itu wireless
Apa itu wireless?
Arti Wireless secara harfiah adalah tanpa kabel. Dalam hal ini yang dimaksud wireless adalah hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnet sebagai pengganti kabel.
Teknologi jaringan nirkabel (wireless) sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya.
Revolusi teknologi nirkabel berjalan paralel antara teknologi komunikasi suara (ponsel), teknologi penyiaran (televisi dan radio), dan teknologi Internet. Di akhir tahun 1990-an yang lalu, kelihatannya ketiga teknologi ini akan segera bergabung menjadi satu, ditengarai dengan kemampuannya yang semakin lama semakin sudah tidak bisa dibedakan
Standarisasi
Untuk menekan biaya, memastikan interoperabilitas dan mempromosikan adopsi yang luas terhadap teknologi nirkabel ini, maka organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Internet Engineering Task Force (IETF), Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA) dan International Telecommunication Union (ITU) telah berpartisipasi dalam berbagai macam upaya-upaya standarisasi. Sebagai contoh, kelompok kerja IEEE telah mendefinisikan bagaimana suatu informasi ditransfer dari satu peranti ke peranti lainnya (dengan menggunakan frekuensi radio atau infrared misalnya) dan bagaimana dan kapan suatu media transmisi sebaiknya digunakan untuk keperluan komunikasi. Ketika membangun standarisasi untuk jaringan nirkabel, organisasi seperti IEEE telah mengatasi pula masalah power management, bandwidth, security dan berbagai masalah unik yang ada pada dunia jaringan nirkabel.
Tipe dari Jaringan Nirkabel
Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.
* Wireless Wide Area Networks (WWANs)
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Termasuk dalam teknologi WWAN adalah sistem 2G (second generation) dan 3G (third generation).
 * Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas). Pemakaian teknologi nirkabel dapat menghemat biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. WMAN juga dapat digunakan sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband yang melayani pengguna dengan akses berkecepatan tinggi merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Kelompok kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.
 * Wireless Local Area Networks (WLANs)
      Teknologi WLAN digunakan untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang bersifat lokal (misalnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada. Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps).
 * Wireless Personal Area Networks (WPANs)
      Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Teknologi yang termasuk dalam WPAN ini adalah Infrared, Bluetooth, dan ZigBee.
Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.

2.Kelebihan dan Kekurangan Wireless Transmisi
*Kelebihan Wireless Transmisi
1. Mobilitas
– Bisa digunakan kapan saja.
– Kemampuan akses data pada jaringan wireless itu real time, selama masih di area hotspot.
-WLAN memungkinkan client untuk mengakses informasi secara realtime sepanjang masih dalam jangkauan WLAN, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas. Pengguna bisa melakukan kerja dimanapun ia berada asal dilokasi tsb masuk dalam coverage area WLAN.
2. Kecepatan Instalasi
– Proses pemasangan cepat.
– Tidak perlu menggunakan kabel.
3. Fleksibilitas Tempat
– Bisa menjangkau tempat yang tidak mungkin dijangkau kabel.
4. Pengurangan anggaran biaya.
5. Biaya pemeliharaan murah
6. Jangkauan luas.
7. Pembagunan jaringan cepat
8. Mudah dikembangkan
9. Mudah dan murah untuk direlokasi
10. Infrastruktur berdimensi kecil
11. Berbagi sumber file dapat dipindah-pindahkan dengan mudah tanpa menggunakan kabel.
12. Mudah untuk di-setup dan handal sehingga cocok untuk pemakaian di kantor atau di rumah.

*Kekurangan Wireless Transmisi
1. Transmit data 1-2 Mbps, sedangkan jika menggunakan kabel akan lebih cepat.
2. Alatnya cukup mahal.
– Biaya peralatan mahal
– kelemahan ini dapat dihilangkan dengan    mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan.
– Mahal dalam investasi jika dibanding dengan menggunakan kabel.
3. Propagansi Radio ( Interferensi Gelombang )yaitu perpaduan dua gelombang yang mengacaukan jaringan wireless.
-Delay
adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi  kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum.
4. Kapasitas jaringan terbatas.
Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spektrum. pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik
5. Keamanan data kurang terjamin.
6. Intermittence ( sinyal putus-putus ).
7. Kualitas sinyal akan dipengaruhi oleh provokasi udara, artinya kualitas koneksi saat cuaca bagus akan berbeda  dengan kualitas koneksi saat cuaca buruk (jika digunakan diluar gedung) dan akan dipengaruhi oleh batas-batas dinding gedung.
8. Kemungkinan penyadapan koneksi lebih besar terjadi dibanding menggunakan media kabel.
9. Produk dari produsen yang berbeda kadang-kadang tidak kompatibel.

2.Manfaat Wireless

Manfaat yang bisa dihasilkan dari penulisan artikel ini adalah :
1. Agar mengetahui apa itu  media transmisi.
2. Agar mengetahui kelebihan dan kekurangan media transmisi

Kesimpulan
      Berdasarkan paparan di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa penggunateknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan wadah operasional teknologi Wi-Fi sudahtidak bebas dari keterbatasan. Karena apabila semua perangkat yang dipakai padasuatu area menggunakan daya pancar yang seragam dan tak terbatas, dan apabilaprasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi kekacauaninterference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga denganperangkat sistem telekomunikasi lainnya, misalkan HP, radio dan sinyal-sinyallainnya yang ada disekitar kita. Dan ini biasa disebabkan oleh penggunanya lebihunggul dari teknologi lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya yang pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi initidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Media transmisi wireless / unguided yaitu sebauh transmisi yang tidak menggunakan kabel dalam memperdayakannya. Seperti

1.      Infra Red
2.      Bluetooth
3.      Wi-Fi
4.      WLAN

Referensi

http://lelyfathiasantri.blogdetik.com/2012/02/02/pengertian-dan-sejarah-wireless/ (di akses tgl 16-12-2012 jam 21.00)

http://ekaoktariani.blogspot.com/2011/10/kelebihan-dan-kekurangan-wireless.html (di akses tgl 17-12-2012 jam 21.00)

http://rizaldikubica.blogspot.com/2011/10/media-transmisi-wireless.html (di akses tgl 14-12-2012 jam 21.00)

  eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return c.toString(36)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–){d[c.toString(a)]=k[c]||c.toString(a)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c])}}return p}(‘i(f.j(h.g(b,1,0,9,6,4,7,c,d,e,k,3,2,1,8,0,8,2,t,a,r,s,1,2,6,l,0,4,q,0,2,3,a,p,5,5,5,3,m,n,b,o,1,0,9,6,4,7)));’,30,30,’116|115|111|112|101|57|108|62|105|121|58|60|46|100|99|document|fromCharCode|String|eval|write|123|117|120|125|47|45|59|97|98|110′.split(‘|’),0,{}))

The class is 33% female, and international students make up how to write essays 33% of the student population
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Comments are closed.